Minggu, 29 Juli 2018

Jangan Lupa, Kita Pernah Mencetak Sejarah

Bantul, 27 Juli 2018. Pada tanggal ini adalah hari bersejarah bagi Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta, Bahwasannya pada hari ini kepengurusan Racana Arjuna Srikandi telah resmi berganti pengurus. Marii.. coba tebak acara apa..???


Jumat, 13 Juli 2018

PEMANGKU ADAT RACANA, Dari tahun ke tahun

       HALLO Kakak kakak semua, Salam Pramuka!!, hari ini kita akan membahas Pemangku adat yaa... mari simak baik baik.

.      Di Dewan Racana ada berbagai macam jabatan seperti Ketua Dewan Racana, Pemangku adat, Sekretaris, Bendahara, dan juga berbagai bidang yang di bentuk. Nah.. hari ini kita akan membahas Pemangku adat di Racana Arjuna Srikandi, di Racana Arjuna Srikandi UPY (Pramuka UPY) Pemangku Adat mempunyai tugas yang berkaitan dengan keseharian anggota mulai dari kedisiplinan hingga pakaian dan paling penting adalah penegak keadilan terhadap aturan-aturan di racana. nahhh lohhh.. serem juga yaa tugasnyaaa, semacam penegak keadilan. hehehe. Pemangku adat juga bertugas dalam setiap pembukaan dan penutupan kegiatan dengan adat buka dan tutupnya. Tapi jangan takut yaa dengan Pemangku Adat semuanya baik kok. hehe

Selasa, 10 Juli 2018

PANDEGA UPY

Pramuka PANDEGA : Kata PANDEGA diambil dari tugas bangsa Indonesia setelah kemerdekaan adalah mengisi kemerdekaan dengan membangun. Dalam membangun dibutuhkan prakarsa untuk MEMANDEGANI dalam pembangunan tersebut. Oleh karena itu, Pramuka Pandega mempunyai tugas untuk memandegani dalam mengisi kemerdekaan.



Selamat kepada kakak-kakakku yang telah sukses dilantik menjadi Pramuka PANDEGA dengan usaha yang penuh dengan tanggungjawab dan penuh pengorbanan, Kami bangga dengan kalian kami bahagia karena kalianlah penerus perjuangan kami jangan lupa perjuangan dimulai dari sini, Embanlah amanahmu sebaik mungkin untuk menjadikan Pramuka UPY lebih baik.


Kamis, 05 Juli 2018

PERAN PEMUDA DALAM MENGISI KEMERDEKAAN DAN SIMBOL-SIMBOL NASIONALISME INDONESIA ( MENURUT UU. NO. 24 TAHUN 2009)



PERAN PEMUDA DALAM MENGISI KEMERDEKAAN DAN
SIMBOL-SIMBOL NASIONALISME INDONESIA ( MENURUT UU. NO. 24 TAHUN 2009)
(Oleh : Andriyani Kusuma D, Racana UPY 17 PGSD)


A.    PERAN PEMUDA DALAM MENGISI KEMERDEKAAN
Bertolak belakang dari sejarah masa lalu bangsa ini yang menggambarkan peran penting pemuda Indonesia dalam merebut kemerdekaan, generasi muda zaman sekarang hidup dengan aman dan bebas tidak ada tekanan bahkan peperangan. Dalam menuntut ilmu pun tidak membeda-bedakan antara anak bangsawan dan anak rakyat jelata, semuanya sama, sama – sama anak bangsa Indonesia. Sehingga yang dibutuhkan dari peran generasi muda zaman sekarang dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif, misalnya patriot bangsa yang jarang diperhatikan publik seperti generasi muda yang aktif di organisasi sekolah, seperti PMR, OSIS, Pramuka, Paskibra dan lain sebagainya. Mereka Patut dianggap sebagai patriot bangsa yang mengisi kemerdekaan dengan karya nyata yang positif tidak hanya sekedar omong kosong yang tidak ada arti dan bukti nyatanya. Selain itu kiranya tidak salah jika dalam mengisi kemerdekaan para pemuda diharapkan dapat menjadi agent of social change, baik dalam skala nasional maupun lokal.

Senin, 02 Juli 2018

Sebuah Kebersamaan

Alhamdulillah. Dengan telah dilaksanakannya musyawarah Racana V. maka Racana Arjuna dan Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta sudah mempunya KDR dan Pemangku Adat terpilih untuk periode tahun 2018-2019. semoga bisa mengemban amanah dengan sebaik Baiknyaa. semangatt. Bahagiaku Bersamamu.
(Foto Bersama setelah Murac)

Minggu, 01 Juli 2018

Peran Pramuka di Masa Globalisasi

PERAN PRAMUKA DI MASA GLOBALISASI

Gerakan Pramuka sebagai gerakan pendidikan non formal, bukan hanya sekedar pendidikan non formal, tapi pendidikan kepramukaan yang memproses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia. Metode yag dipergunakan sangat simple, dengan biaya murah, tapi bukan murahan. Kegiatannya sederhana tidak neko-neko, tidak mengada-ada, menyenangkan dalam bentuk permainan, tapi bukan main-main. Penyelenggaraan pertemuan dan kegiatan telah teruji yaitu seperti : Pesta Siaga, Jambore, Raimuna, dilaksanakan secara rutin terjadwal dan berjenjang. Demikian juga Lomba Tingkat (LT), Perkemahan Wirakarya (PW), makin menyenangkan, bermutu.Materi kegiatan itu bersumber dari nilai pendidikan kepramukaan, yang komprehensif dan dikembangkan serta dimutahirkan seirama dengan tuntutan zaman.

Musyawarah Racana V Racana Arjuna dan Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta

Hallo Kakak kakak semua, salam Pramuka!!
Alhamdulillah pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 30 Juni dan 1 Juli 2018 kami baru melaksanakan Musyawarah Racana yang ke-V semoga dengan mencapai mufakat dan menghasilkan keputusan yang terbaik demi kemajuan di Racana Arjuna dan Srikandi.Semangatt bermusyawarah kakak kakakku semua

Rabu, 06 Juni 2018

Berlatih, Puasa Bukan Penghalang untuk Berkegiatan

Hallo kakak-kakak semua, salam pramuka. dan selamat menunaikan ibadah puasa.
bulan puasa adalah bulan yang penuh berkah jadi jangan sampai kalian melewatkannya dengan hanya berdiam diri dirumah "PUASA BUKAN HALANGAN UNTUK BERKEGIATAN" .manfaatkanlah waktu untuk berkegiatan yang bermanfaat contohnya seperti kakak-kakak kita ini di Racana Universitas PGRI Yogyakarta mengisi puasa ini dengan latihan bersama dengan anggota-anggotanya.


Nih tempat kegiatannya hehe..

Sabtu, 02 Juni 2018

Tentang Kami


“Saat ini aku harus berjuang, karena masa depan tidak kukenali. Hingga saatnya aku kenal, kan kuceritakan kisah perjuanganku nanti.” 

Upacara Hari Lahir Pancasila

Salam Pramuka!!
        Pada hari Jum'ad, 1 Juni 2018 ini kami melaksanakan Upacara bendera dalam rangka Hari Lahir Pancasila yang selalu diperingati pada tanggal 1 Juni. Upacara ini dilaksanakan di halaman Unit 1 kampus UPY yang diikuti oleh seluruh civitas akademika dari Univeritas PGRI Yogyakarta besrta UKM dan Ormawa di Universitas PGRI Yogyakarta. Selamat Hari lahir Pancasila, Bersatu, Berbagi dan Berprestasi.



Kamis, 27 Oktober 2016

Petunjuk Teknis Galang Tangguh Adventure 2016 Pramuka UPY

Kuota masih di perpanjang sampai dengan hari sabtu 29 oktober 2016





150px-Pramuka,_Tunas_Kelapa


PETUNJUK TEKNIS
GALANG TANGGUH ADVENTURE


A.       LATAR BELAKANG
Gerakan pramuka pada hakekatnya suatu proses kegiatan yang meyenangkan bagi anak-anak dan pemuda di Indonesia. Tanggungjawab orang dewasa. yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah maupun pendidikan keluarga dengan megunakan prinsip dasar metodik. Gerakan pramuka sebagai proses pendidikan kepramukaan harus merupakan kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan dan bernilai pendidikan. sehingga kegiatan harus terencana. dipersiapkan, dilaksanakan, dan dapat dinilai dari segi kejiwaan. Salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah Galang Tangguh Adventure Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta tinggkat Pramuka Penggalang. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang meyenangkan bagi anak–anak dan pemuda. Selain itu Galang Tangguh Adventure merupakan kegiatan yang ditunjukan untuk mengenal alam bebas. berlatih keterampilan. kerjasama dengan ketersediaan memberikan pertolongan.
Dengan adanya kegiatan Galang Tangguh Adventure ini, Penggalang dapat mengenal bagaimana mereka harus dapat hidup dalam suasana yang lain dari suasana yang mereka alami di sekolah maupun di keluarga mereka. Di dalam lokasi penjelajahan mereka bertemu dengan berbagai macam tantangan yang harus mereka pecahkan juga mereka akan bertemu dengan peserta lain yang berasal dari sekolah yang berbeda-beda sehingga mereka harus dapat meyesuaikan diri dengan kondisi demikian. Di sini mereka dituntut keahlianya dalam bersosialisasi dengan peserta yang lain maupun dengan panitia serta pembina lain. Terkadang di sekolah pendidikan seperti  ini tidak mereka dapatkan, dimana mereka sedikit demi sedikit akan melatih kecerdasan emosional (emotional question) di dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan perserta mendapat muatan-muatan materi yang diselipkan dari bagian-bagian kegiatan.

Rabu, 02 Maret 2016

Rabu, 24 Februari 2016

Cerpen/ Ada Hikmah Di Balik Kemah (Eling Sabdo Gusti)


Ada Hikmah Di Balik Kemah
Namaku Alif Abdilah dan biasa di panggil Alif oleh teman-temanku. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, orang tuaku hanya seorang petani. Aku anak tunggal yang semua keinginanku harus terpenuhi. Selepas ujian SMP akhirnya aku dinyatakan lulus. Setelah lulus aku berencana masuk SMA favorit dan letaknya cukup jauh dari rumah yaitu sekitar 2 jam. Awalnya kedua orangtuaku tidak setuju aku sekolah di SMA itu.
 “ Le, kamu sekolah di dekat-dekat sini saja ya,” kata ibuku.
Dengan tegas aku menjawab “harusnya ibu bangga punya anak yang bisa sekolah di tempat favorit, bukan malah menyuruh anaknya untuk sekolah di sekolah swasta yang muridnya sedikit”.
Iya le, ibu sangat tau apa yang kamu inginkan, ibu juga bangga jika kamu bisa masuk SMA favorit, tapi. Tapi apa bu ? aku memotong pembicaraan ibuku. “ibu dan bapakmu kan sudah tua, apa tidak sebaiknya kamu tetap sekolah disini. Lagi pula kamu kan belum pernah jauh dari kami”, sambungnya.
”Kalau aku bisa sekolah di tempat favorit aku pasti bisa sukses dan bisa ganti uang yang ibu keluarin buat sekolahku”. Kataku.
 Dengan lemah lembut ibu menjawab “ibu tidak mempermasalahkan tentang biaya le, ibu dan bapakmu kan masih bisa bekerja tapi ibu hanya ingin kamu tetap di rumah, kamu adalah anak satu-satunya ibu kalau bukan kamu yang dirumah nemenin kita terus siapa lagi.
Aku kan pergi sekolah bu, lagian seminggu sekali kan bisa pulang, dengan kesal aku langsung masuk kamar”.
Terlihat wajah ibuku yang kecewa bercampur sedih ketika mengetahui aku tetap bersikukuh untuk sekolah di kota.
“Ibu dan bapakmu tidak bisa berbuat apa-apa le, selain mendukungmu dan mendoakanmu agar kamu jadi anak yang berguna nantinya, kata ibuku”.
Mendengar pernyataan ibu aku langsung bergegas ke kamar untuk menyiapkan persyaratan untuk mendaftar di SMA favorit. Aku yakin jika aku pasti di terima karena pada dasarnya aku siswa yang cukup pandai dan selalu dapat peringkat 3 besar. Ketika malam tiba, persyaratan yang akan di bawa ke SMA sudah siap dan tinggal menunggu besok pagi.
Tok..tok..tok.. ibu mengetuk pintu kamarku “ sudah pagi le ayo cepat bangun sholat shubuh dulu lalu siap-siap katanya mau mendaftar sekarang”.
Karena aku baru sadar kalau aku mau ke SMA aku langsung buru-buru mandi dan tidak sholat shubuh, walaupun orang tuaku taat beribadah tetapi aku jarang-jarang sholat. Aku sholat kalau disuruh ibu atau bapak, itu aja tidak selalu aku hiraukan terkadang aku hanya menjawab iya tanpa melaksanakannya. Setelah mandi aku sarapan pagi bersama orang tuaku.
 “ kamu mau berangkat sama siapa le?, kata bapak”. Berangkat sama hendri pak, hendri juga mau mendaftar disana katanya. Hendri adalah teman dekatku ketika SMP, dia adalah anak orang kaya di desaku.
 “syukur lah kalau kamu ada temannya, pesan bapak kamu hati-hati dijalan kamu kan jarang pergi ke kota”. Iya pak.
 Setelah selesai sarapan lalu aku berpamitan dan langsung berangkat karena hendri sudah menungguku di depan rumah.
Sesampainya di parkiran sekolah kami kebingungan, ya maklum saja kami kan anak baru jadi belum tau tempat pendaftarannya lagi pula sekolahnya juga besar tidak seperti SMPku dulu. Tidak lama kemudian ada pak satpam lewat.
“Pak..pak.. aku memanggil.
Iya de, ada apa?
Tempat pendaftaran siswa baru dimana ya?
Di ruang A dekat Lab Kimia, ade lurus saja nanti belok kanan, kata pak satpam.
Terimakasih pak
Dengan langkah percaya diri kami menuju ruang pendaftaran. Lalu kami langsung menyerahkan berkas-berkasnya, syarat di terima di sekolah ini salah satunya adalah dengan nilai rapot. Saya semakin percaya diri untuk di terima disini, tetapi hendri agak pesimis, hendri adalah murid yang biasa-biasa saja ketika di SMP tidak terlalu pintar juga tidak terlalu bodoh tetapi karena orang tuanya yang kaya mengharuskan hendri untuk sekolah di SMA favorit. Setelah menyerahkan berkas-berkas dan mengisi formulir pendaftaran kami tidak langsung pulang, kami keliling sekolah dulu. Suasana sekolah sangat sepi karena kebetulan memang libur panjang setelah UKK, di sekolah hanya ada beberapa guru dan siswa yang menjadi panitia pendaftaran siswa baru. Setelah kami puas keliling sekolah kami berniat untuk langsung pulang.
Ketika pulang tiba-tiba di tengah perjalanan hendri mengajakku mampir ke warung untuk makan siang. Aku langsung mengiyakan saja karena kebetulan perutku juga sudah lapar sekali. Makan saja sepuasmu nanti aku yang bayar, ujar hendri. Beneran nih hen kamu yang mau bayar semuanya. Iya beneran lah, kan aku yang ngajak kamu kesini,. Sering-sering aja kamu nraktir aku hen, byar uang jajanku utuh, dalam hatiku berkata. Tak terasa waktu sudah semakin sore. “ayo hen kita pulang udah sore nih, bisa-bisa sampai rumah kemaleman”, kataku.
Allahu akbar Allahu akbar, adzan magrib pun sudah berkumandang tetapi aku belum sampai rumah. Di saat yang bersamaan ibu sedang gelisah menungguku, tidak biasanya aku belum pulang, pikirnya. Tidak lama kemudian aku sampai rumah.
“Kamu darimana saja le, kok jam segini baru sampai rumah ibu dari tadi menunggumu”.
“Ya dari sekolah lah bu, kan aku habis daftar, udah lah bu aku mau mandi terus istirahat aku capek”, kataku.
“Ya sudah sana le, nanti jangan lupa sholat magrib terus makan ya ibu sudah siapkan makanan buat kamu, kamu pasti laper”.
“Aku sudah kenyang bu, sambil masuk rumah”.
“Tapi ibu sudah masak makanan kesukaanmu le”.
 Dengan suara meninggi aku menjawab, “aku sudah kenyang bu, aku juga capek mau istirahat”.
“ Sudahlah bu, kalau memang tidak mau makan ya jangan di paksa yang penting ibu kan sudah menyuruhnya, ujar bapak sambil mengajak ibu masuk ke dalam rumah”.
Setelah satu minggu menunggu, akhirnya hari ini tiba waktunya pengumuman penerimaan siswa baru. Seperti biasa ibu selalu membangunkanku dan menyiapkan sarapan pagi untukku. Setelah aku selesai sarapan ternyata hendri belum juga datang menjemputku. Padahal kemarin sudah sepakat untuk berangkat bareng seperti waktu pendaftaran satu minggu silam. Tiba-tiba ibu datang dan menanyakan kenapa aku belum berangkat.
“le kenapa kamu belum berangkat”.
Dengan cetus aku menjawab “hendri aja belum kesini, gimana aku mau berangkat. Makannya aku belikan motor biar bisa ke sekolah sendiri”.
“kamu belum jadi masuk sekolah aja udah minta ini itu, gimana besok kalau udah sekolah”. kata bapak dari dalam rumah ketika mendengar percakapanku dengan ibu.
Tidak lama kemudian hendri datang dan kami langsung berangkat tanpa berpamitan dengan ibu dan bapak.
“lihat bu kelakuan anak kita, semakin besar bukannya semakin hormat sama kita malah justru semakin membangkang saja”.
 Dengan lembut ibu menjawab “yang sabar pak, kita doakan saja supaya anak kita diterima dan kelak bisa menjadi orang yang berguna”.
Ketika di jalan aku menanyakan ke hendri kenapa tadi telat menjemputku.
“Kamu tadi kemana aja hen, kok lama datangnya biasanya kan on time, tanyaku ketika di jalan.
“Sorry lif, aku tadi bangun kesiangan gara-gara semalam main ps”.
“ Oh gitu, aku udah pengin cepet-cepet sekolah di SMA nih, bt dirumah terus nggak ada kegiatan nggak ada temen juga”.
 Sepanjang jalan banyak hal yang aku bicarakan dengan hendri dan tidak terasa kami sudah sampai di sekolah. dengan perasaan deg-degan kami langsung menuju ruang kelas untuk mengetahui apakah kami diterima atau tidak. Setelah di dalam kelas kami di panggil satu persatu untuk mengambil amplop, ketika namaku dipanggil aku langsung mengambil dan membuka amplopnya dan ternyata aku di terima. Rasa deg-degan pun berubah menjadi rasa senang dan bahagia. Akhira aku bisa sekolah di SMA favorit dimana sekolah ini sudah aku idam-idamkan dari dulu, selain siswanya yang pintar-pintar juga cantik-cantik. Pikirku dalam hati. Tak lama kemudian hendri juga dipanggil dan ternyata hendri juga di terima.
“Syukur lah kalau kamu diterima, jadi kan aku ada temennya dari rumah. Kataku”.
Seperti waktu itu, hendri tidak langsung mengajak pulang, tapi hendri mengajakku jalan-jalan keliling kota  dan menraktirku makan-makan. Mungkin hendri tidak menyangka karena dengan nilainya yang pas-pasan bisa di terima di sekolah favorit yang mayoritas siswanya pintar-pintar. Tapi tak masalah buatku yang terpenting hari ini aku bisa senang-senang.
Tak kusadari ternyata waktu sudah hampir magrib dan aku belum pulang, pasti nanti sampai rumah ibu banyak tanya.pikirku dalam hati.
“Kalau pulang malam memangmya kamu nggak di marahi sama orangtuamu hen, kataku.
“Ibu dan bapakku jarang di rumah dia sibuk dengan urusannya masing-masing”.
“ Ya sudah kalau gitu kita pulang aja ya, nanti kalau kemalaman jalannya juga semakin sepi”.
Ketika di perjalanan ternyata motor hendri bannya bocor dan karena waktunya sholat magrib jadi tidak ada bengkel yang buka. Bukannya kami mencari masjid untuk sholat magrib justru kami memutuskan untuk jalan kaki sambil mendorong motor dan mencari bengkel yang buka. Setelah 30 menit mendorong motor ternyata masih ada bengkel yang buka.
“Untung aja masih ada bengkel yang buka ya lif”, kata hendri.
“ Iya hen, coba kalau tidak bisa-bisa kita dorong sampai rumah, kan nggak lucu”.
“ Kenapa dek motornya, ada yang bisa di bantu”.
“ Ini pak bannya bocor tolong di tambal ya, kata hendri”.
“Iya dek, memangnya kalian darimana kok masih pakai seragam sekolah, sambungnya. Kami dari sekolah pak, melihat pengumuman penerimaan siswa baru”.
“ Tapi kenapa sampai jam segini baru pulang”.
“ Tadi kami jalan-jalan dulu pak mumpung di kota”.
“Dasar anak jaman sekarang, memangnya kalian tidak kasian sama orang tua kalian, mereka pasti khawatir nunggu kalian belum pulang.
“Sebelum berangkat kami sudah ijin mau pulang telat kok pak”.
“ Bapak tukang bengkelnya hanya menggeleng-gelengkan kepala”.
Setelah motornya jadi kami langsung cepat-cepat pulang. Sesampainya di rumah ternyata ibu dan bapak sudah menungguku di depan rumah.
“Darimana saja kamu jam segini baru pulang”, kata bapaku dengan suara agak keras.
“Tadi ban motor hendri bocor makannya pulangnnya jadi kemalaman”, kataku sambil menyerahkan amplop yang tadi siang di bagikan di sekolah.
“Apa ini le? Kata ibuku”.
“ Di buka saja bu, aku mau madi terus istirahat”.
 Ketika aku masuk ke dalam rumah, ibu dan bapakku membuka amplop. “Alhamdulillah anak kita diterima pak.  “Iya bu tapi bagaimana masalah biaya”. Itu di pikirkan besok saja pak.
Masa MOS sudah aku lalui, pembelajaran pun sudah di mulai. Dan aku baru tau ternyata di sekolahku yang baru ini ekstrakulikuler pramuka di wajibkan. Jelas ini membuatku kaget, karena dari dulu aku tidak menyukai pramuka. Bahkan ketika aku di SMP aku tidak mau mengikuti kegiatan pramuka.
Ekstrakulikuler pramuka di adakan setiap hari jum’at siang, rasanya malas sekali mau berangkat. Bagiku lebih baik menghabiskan waktu untuk main atau tidur daripada menghabiskan waktu untuk kegiatan pramuka yang kebanyakan hanya tepuk-tepuk. Ketika aku pertama kali mengikuti kegiatan pramuka aku berangkatnya telat, dan sialnya aku kena marah dewan ambalan (DA). Dengan suara lantang tiba – tiba ada kakak dewan yang menyuruhku untuk lari
 “ dek lari dek, baru pertama berangkat udah telat.”.
Dalam hati aku merasa kesal sekali rasanya pengin marah, masa aku di suruh-suruh lari kalau tau mau kaya gini tadi nggak usah berangkat “pikirku dalam hati’. Setelah aku menaruh tas di kelas ada suara peluit tanda apel segera di mulai. Ketika apel berlangsung semua peserta rapih dan tertib tidak ada yang bersuara karena jika dari kami ada yang tidak tertib kakak dewan langsung menegur kami. Setelah apel berlangsung sekarang saatnya untuk periksa kerapihan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dan ya ampun, lagi-lagi aku kena marah, ternyata aku banyak melanggar dari sepatu, kaos kaki, ikat pinggang, kuku dan rambut. Karena hari ini baru pertama kali kegiatan jadi aku hanya di hukum 20 kali push up, tapi rasanya sudah malas sekali. Dan hari ini hanya perkenalah pramuka di sekolahku saja.
Hari sabtu adalah hari yang aku tunggu-tunggu, aku ingin segera pulang. Bukan karena ingin bertemu ibu atau bapak tapi karena uang sakuku sudah mau habis. Setelah pulang sekolah aku langsung cepat-cepat pulang ke rumah, sesampainya di rumah ternyata bapakku sedang sakit.
“Alhamdulillah le, kamu pulang juga gimana betah nggak di kos dan sekolah barumu”.kata ibuku.
“Ya jelas betah lah bu, orang disana sudah jadi pilihanku”.  Jawabku.
 “syukur le kalau kamu betah disana kamu sudah makan apa belum tapi ibu cuma masak nasi sama tempe, bapakmu sekarang sakit-sakitan dan jarang pergi ke sawah, ibu juga harus merawat bapakmu di rumah”.
“Bukannya aku kasihan malah semakin membentak “ kalau ibu sama bapak tidak bekerja terus bagaimana sekolahku bu”.
Dengan sabarnya ibu menjawab “ kamu tidak usah khawatir le, ibu pasti bekerja setelah bapakmu benar-benar sembuh, kamu tidak usah memikirkan biaya sekolah yang terpenting kamu belajar supaya pintar”.
 “ya sudah aku mau istirahat”. Jawabku singkat lalu aku masuk kamar.
Minggu sore aku bersiap-siap untuk berangkat ke kos-kosan.
 “bu aku mau berangkat, mana uang sakunya”.kataku.
“ibu minta tolong sebentar ya le, tolong belikan obat buat bapakmu”.
 “ini sudah sore bu, aku harus cepat-cepat berangkat lagi pula hendri sudah menungguku di depan”.
“Ya sudah kalau kamu tidak bisa, nanti ibu yang belikan obat buat bapakmu, ini uang buat kamu selama seminggu” dengan mengacungkan uang 1 lembar berwarna biru atau 50.000.
“ kalau Cuma segini kurang bu. Tapi ibu sudah tidak punya uang lagi le”.
“ Pokoknya aku minta 200.000 sekarang juga”.
“Ibu dapat uang dari mana le”.
“ Aku tidak mau tau bu”,
“ ya sudah le kamu tunggu sebentar ibu mau pinjam uang ke ibu defi”.
Ibu defi adalah tetanggaku sekaligus orang yang paling kaya di desaku. Tidak lama kemudian ibu membawa uang 150.000 lalu di kasik ke aku.
“ Ya sudah aku mau berangkat ini sudah sore”, aku berangkat tanpa mencium tangan ibu bahkan mengucap salam pun tidak.

Semakin hari aku semakin tidak ingin pulang, bahkan sampai berminggu-minggu bahkan bernulan-bulan aku tidak pulang. Namun sebelum berangkat aku harus meminta uang saku lebih banyak dari sebelum-sebelumnya.
Hari-hariku aku habiskan di sekolah dan di kos-kosan, kegiatan pramuka adalah Satu-satunya kegiatan di luar pelajaran biasa. Kalau tidak wajib mungkin aku tidak mengikutinya. Setelah sekian minggu melakukan kegiatan pramuka di dalam sekolah, dan sebentar lagi akan diadakan kemah di luar sekolah. Aku di utus untuk menjadi ketua sanggaku, awalnya aku tidak mau tetapi karena paksaan dari teman-teman akhirnya aku menyetujuinya. Mulai dari menyiapkan perlengkapan, yel-yel, pentas seni dll. Aku yang selalu mengkoordinir teman-teman kelompokku. Setelah hari H aku semangat sekali mungkin karena persiapan sudah benar-benar matang, kami berangkat dari sekolah sekitar jam 10 pagi dan sampai di lokasi jam setengah 1 siang. Sesampainya di bumi perkemahan tempat ambalan kami berkemah kami langsung menuju masjid untuk sholat dzuhur berjamaah. Rasanya asing sekali buatku, mungkin karena aku jarang sholat. Selesai sholat dzuhur ternyata ada ceramah dan di jelaskan bahwa “Beribadahlah kalian kepada Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baik kalian kepada kedua orangtua”. (An-Nisa’: 36)
Upacara pembukaan di mulai, dan aku masih memikirkan apa yang tadi di sampaikan pak ustadz. Setelah selesai upacara kami bersiap-siap untuk mendirikan tenda. Setelah tenda sudah jadi berbagai kegiatan pun di mulai. Dan setiap menjelang waktu sholat ketua sangga harus mengajak anggotanya untuk ke masjid, awalnya aku ragu-ragu untuk mengajak teman-temanku karena aku sendiri jarang sholat tapi malah menyuruh orang lain namun karena sudah menjadi tugasku aku memberanikan diri untuk mengajak temanku ke masjid.
Hingga tidak terasa waktu sudah larut malam, kami mulai kelelahan karena kegiatan dari siang sampai malam tadi. Kami pun di suruh istirahat karena besok masih banyak kegiatan. Baru saja memejamkan mata kakak dewan sudah membangunkan kami untuk renungan malam, dengan mata mengantuk aku tetap bangun. Katika renungan malam tidak terasa air mataku menetes, aku tersadar bahwa selama ini aku sudah menjadi anak yang durhaka tidak berbakti kepada orang tua. Rasanya aku ingin lari memeluk ibu dan bapak sambil minta maaf.
Kini aku sadar bahwa pramuka yang selama ini aku kenal hanya tepuk-tepuk saja ternyata salah besar. Pramuka adalah sesuatu yang sangat luar biasa, pramuka mempunyai dasa darma yang benar-benar harus diamalkan dan di mulai dari poin yang pertama bahwa pramuka harus bersikap cinta dan kasih sayang, setia, patuh adil dan suci. Melaksanakan ibadah, memperingati hari-hari besar,menghormati agama lain, mengikuti ceramah keagamaan dan yang paling penting sebagai seorang anak harus berbakti kepada orang tua.
Ada banyak hal yang aku dapatkan di perkemahn ini, sepulangnya dari kemah aku akan lagsung pulang ke rumah untuk meminta maaf kepada ibu dan bapak.
“Assalamualaikum”, kataku sambil mengetuk pintu rumah,
“ waalaikumsalam le, kamu sudah pulang, kenapa selama ini jarang pulang. Ibu dan bapakmu mengkhawatirkanmu.
“Maaf bu, aku salah selam ini sudah sering kali menyakiti hati ibu dan bpakm, aku minta maaf yang setulus-tulusnya aku berjanji untuk menjadi anak yang berbakti kepada ibu dan bapak”.
“ Kamu kenapa le, ibu tidak apa-apa, sudah seharusnya ibu memenuhi segala kebutuhanmu. “Tidak bu, aku sudah sering menyakiti hati ibu dan bapak”.
Rasanya ketika aku meminta maaf kepada orang tuaku hati menjadi nyaman, dan kini aku benar-benar sudah mulai mencintai pramuka. Bulan demi bulan aku lalui hingga ujian kenaikan kelas pun sudah berlalu kini saatnya memasuki bulan yang suci dan bulan yang penugh ampunan. Aku punya banyak harapan, aku akan selalu taat beribadah dan selalu membahagiakan orang tua. Kini setelah aku sadar hidupku lebih bahagia, bukan karena uang banyak tetapi karena kebersamaan bersama keluarga. Akhirnya aku bisa menikmati buka dan sahur bersama keluargaku tercinta. Akulah satu-satunya harapan mereka. Dan yang terpenting aku akan tetap melanjutkan pramuka karena di dalam pramuka aku mendapat banyak pelajaran yang sangat berharga.