Rabu, 24 Februari 2016

Diana (Oleh Nur Ihsani Rahmawati)



Diana
(Oleh Nur Ihsani Rahmawati)

Diana adalah seorang gadis yang hidup sederhana bersama kedua kakaknya. Kedua orang tua Diana sedang bekerja di luar pulau Jawa, jauh dari tempat tinggal Diana. Diana termasuk dalam orang yang berkecukupan. Kedua kakaknya duduk di bangku kuliah. Diana sekarang baru menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama atau sering disingkat SMP. Ia sekolah di salah satu SMP favorite di daerah tempat tinggalnya.
            Kakak pertamanya bernama Dieno, seorang laki-laki berparas tampan yang sangat disayangi Diana. Dieno lahir dua tahun sebelum Nino, kakak keduanya. Mereka berparas tampan, bermata bulat, berbulu mata lentik, dan beralis tebal seperti ulat bulu. Sama seperti Ibu mereka, Dieno, Nino, dan Diana berbadan tinggi, berkulit putih dan agak gemuk. Terturun dari Ayah mereka.
            “Kak, punya uang nggak? Aku pinjem dulu ya?” tanya Diana esok hari di meja makan saat mereka sarapan dengan muka memelas.
            “Kak Nino nggak punya. Uang kakak udah dipinjam temen kakak yang setiap malam minggu kesini itu lho. Soalnya, orang tuanya lagi cerai dan dia nggak keurus. Maaf ya dek” jelas Nino pada adiknya itu.
            “Berapa? Aku adanya cuman seratus ribu.” potong Dieno setelah Diana memohon padanya.
            “ Nggak papa kok Kak, aku Cuma mau pinjem limapuluh aja.”
            Dieno merogoh saku celana jeansnya yang berwarna biru dongker itu. Dengan muka yang sedikit berbinar, Diana menerimanya.
            “Kerimakasih ya Kak. Aku berangkat bareng kamu lho. Kak Nino kuliah jam berapa?” tengok Diana setelah ia mengucapkan terimakasih.
            “Nanti siang.”
            “Yaudah yuk kak Dien. Ntar aku telat lagi” ajak diana sambil menengok jam tangan pink kesayangannya dan memakai tas pinknya. Diana memang sangat suka dengan warna pink. Entah apa yang membuatnya suka. Tetapi Diana tidak bersifat kekanak-kanakan yang berbalik sekali dengan lambang warna yang disukainya itu. Hanya saja, Diana percaya sekali dengan ramalan bintang.
            Dienopun menuju garasi untuk mengambil kendaraan yang akan ditungganginya dan adiknya. Diana menuju depan rumah untuk menunggu kakaknya. Setiap hari, Diana selalu canggung dan tidak percaya diri untuk bersekolah. Diana merasa, Dia seperti serba salah jika di sekolah karena masalah yang pernah menimpanya.
            “Eh iya. Aku ada sms nih.”
Leo, ramalan bintang minggu ini, kamu harus hati-hati dengan apapun yang kamu lakukan. Tetap percaya diri dengan apapun kesalahan kamu. Perbaiki aja kesalahan yang kamu perbuat. Jangan dipikirin apapun masalah kamu. Hadapi sajalah. Semoga harimu menyenangkan.
            “Yuk brangkat. Hati-hati nyetir motornya lho Kak. Aku nggak suka keburu-buru” omel Diana pada kakaknya setelah ia membacakan sms ramalan bintang itu.
            “Iya-iya, Putri aneh,” ejek Dieno.
            Itulah kebersamaan Diana dengan kakaknya. Diana paling akrab bersama Dieno yang sering dipanggil Dien olah Diana. Mereka akrab karena sering hangout bareng. Di sekolah, mereka sama-sama tidak terlalu disegani olah teman-temannya. Labih tepatnya, menjauh. Karena mereka pernah melakukan sebuah kesalahan yang membuat mereka jadi kurang percaya diri untuk bergaul. Itulah yang membuat mereka akrab. Senasib. Berbeda dengan Nino. Nino senang berorganisasi di kampusnya sehingga membuat Nino banyak teman. Bahkan teman Ninopun banyak juga yang bukan sekampus.
            “Makasih kakak. Assalamualaikum. Nanti biar Kak Nino yang jemput,” ucap Diana sambil berjabat tangan dengan kakaknya itu. Diana berlalu meninggalkan kakaknya dan masuk ke kelas.
            Di kelas, Diana duduk seperti biasa. Diana biasa duduk dibangku pojok tempatnya. Diana hanya pindah, ketika salah satu temannya menduduki bangkunya terlebih dahulu sebelum Diana. Diana duduk bersama temannya bernama Vida. Vida adalah satu-satunya teman yang selalu bersamanya. Vida selalu setia karena mereka senasib. Mereka tidak teralu disegani dikelasnya.
            Salah satu kelemahan Diana adalah malas. Pagi ini Diana belum mengerjakan PR dan ia mengerjakannya di sekolah. Apa lagi mata pelajaran ini adalah jam pertama. Ditambah, ini adalah mata pelajaran yang sangat Diana tidak suka, yaitu sejarah. Anehnya, Diana selalu mengerti jika dijelaskan oleh guru mereka. Diana sangat tidak suka dengan mata pelajaran ini karena ia selalu salah dimata guru. Oleh karena keanehan tersebut, Diana selalu memperolah nilai yang cukup baik saat ulangan. Diana sangat tidak suka dengan sejarah juga karena ia selalu tidak dimengerti. Ditambah jika saat guru menjelaskan, guru selalu bertempat berbalik arah yang menyebabkan Diana tidak kelihatan catatan guru dipapantulis. Sebenarnya, Diana suka dengan mata pelajaran ini. Namun, Diana selalu dibuat kesal dan emosi sesaat.
            Guru sejarah adalah guru yang termasuk kategori guru paling galak di sekolahnya. Diana juga selalu apes dengan nomer absennya karena termasuk nomor absen yang disukai guru sejarah yaitu tiga puluh tiga. Yang merupakan angka terakhir diantara nomor absen teman sekelasnya. Ditambah dengan ketidakaktifannya dalam pelajaran sejarah. Diana termasuk siswa yang kurang aktif untuk bertanya saat kegiatan belajar mengajar pelajaran sejarah. Oleh karena itu guru selalu menunjuk siswa yang kurang aktif saat diberi pertanyaan yang sulit dan tiada yang mau menjawab selain ditunjuk.
            Keberuntungan hari ini adalah, tidak ada yang ditunjuk saat ada pertanyaan contoh penjelasan asal mula manusia. Tetapi, ketidakberuntungan Diana, hari ini kelas mereka disuruh membut kelompok untuk mencari materi di perpustakaan sekolah. Itu adalah moment yang sangat dibenci Diana. Diana membencinya karena Diana selalu terpilih akhir saat pembagian. Apalagi jika itu pilihan. Membuat Diana selalu sakit hati dan bersedih. Diana paling tidak suka itu. Untuk menghindari moment yang dibencinya, Diana pergi ke perpustakaan terlebih dahulu. Perpustakaan adalah tempat perenungan Diana. Diana ingat dengan pesan yang ada di SMS ramalan bintangnya, “jangan dipikirin apapun masalah kamu. Hadapi saja”. Dianapun mencari buku yang cocok untuk menghindari ketidak sibukannya. Diana suka sekali dengan Novel. Ditambah dengan Novel yang berbau islami. Dianapun pergi meninggalkan perpustakaan dan menuju kelas.
            Sesampainya dikelas, pembagian kelompok sudah selesai. Tidak seperti biasanya karena biasanya saat pembagian kelompok, waktu hanya akan habis untuk berdebat. Diana melihat-lihat dan mencari namanya. Diana ada di kelompok 3 bersama sepuluh teman lainnya termasuk Vida.
            Teman-teman Diana sudah bersiap-siap untuk menuju perpustakaan. Satu-satu dari mereka keluar meninggalkan kelas. Diana juga termasuk dalam kategori tidak aktif jika digabungkan dengan teman-temannya. Dia lebih suka bekerjaa sendiri karena Dia merasa lebih gesit jika Dia sendiri.
            Saat Diana sedang mancari buku, dia tersengat lebah yang sarangnya kebetulan menempel pada rak buku. Diana tidak sengaja menjatuhkan tumpukan buyku yang ada diatas rak. Sehingga semua tumpukan buku yang seharusnya tersusun rapi, berubah mejadi hamparan buku yang tidak rapi diatas lantai. Sontak secara tidak sengaja, semua orang yang ada di ruang itu kaget dan menengok ke arah Diana. Penjaga perpustakaan yang kenal baik dengan Dianapun datang dan mengobati Diana.
            “Hidih....Anak manja buat kisruh lagi nih,” ejek salah satu teman Diana.
            Kesukannnya pada warna pink, membuatnya diejek menjadi anak manja. Padahal, sebenarnya Diana hanya tertarik pada warna pink karena warna pink dapat menyejukkan hati. Bukan berarti Diana anak manja. Diana memang orangnya agak lola. Itu adalah salah satu juga penyebab mengapa Diana selalu diejek Anak manja. Ditambah lagi dengan kesalahan Diana. Diana selalu melakukan kesalahan yang secara tidak sengaja yang membuat dia malu dan tidak percaya diri atas kelakuannya. Tangan yang tersengat lebah sudah diperban dan Diana membereskan semua buku yang berserakan di lantai dibantu oleh penjaga perpustakaan.
            Setelah bel berbunyi untuk ganti pelajaran, dan mata pelajaran sejarahpun sudah berakhir, mereka kembali ke kelas mereka dengan hasil materi seadanya.
            Disekolah, Diana mengikuti ekstra kulikuker mading. Kecintaannya pada sastra dan keterampilan, membuatnya ingin mengikuti ekskul itu. Pulang dari sekolah, Diana membeli peralatan dan bahan untuk mading minggu depan.
            Diana selalu eksis dalam bidang kesastraan, khususnya cerpen. Hobinya yang selalu menulis cerpen, membuatnya ingin selalu mengapresiasi dan menyalurkan hobinya itu dalam majalah dinding sekolahnya. Diana juga yang selalu memberi bahan dan ide-ide tema untuk mading mereka jika kehabisan ide atau butuh bahan.
            Diam-diam, Diana mendaftarkan dirinya untuk mengikuti lomba cerpen di majalah ternama di Jogja. Ia meminjam uang kepada kakaknya, untuk biaya pendaftaran. Dan hanya Diana yang tahu soal rencananya untuk lomba.
            Setelah pulang ekskul, Diana dijemput oleh kakaknya Nino yang kebetulan juga akan berangkat ke kampus.
            Setelah sampai di rumah, Diana berganti baju dan menuju ruang depan. Diana menonton televisi serambi mengobrol dengan Dieno.
            “kak” panggil Diana memulai obrolan.
            “he’em” sambil mengemil, Dieno menanggapi Diana.
            “caranya buat PD giamana sih kak?” tanya Diena dengan sedikit memaksa.
            “acuhin aja semua kesalahan kamu setelah kamu perbaiki dan tidak melakukannya lagi. Acuhin aja kata-kata orang yang membuat kamu sakit hati dan nggak PD. Well, makan yuk. Ke mana kek gitu. Kakak lapar nih”
            “yuk. Aku siap-siap dulu ya. Tunggu lho.”
            Sambil keluar rumah, Dieno menunggu Diana di depan rumah. Setelah Diana naik, merekapun melaju dengan kencang meninggalkan rumah mereka yang sepi.
            Setelah sampai dan memesan makanan, Diana memulai pembicaraan lagi.
            “kak, boleh curhat?”
            “eh, tadi uang kakak buat apa?”
            “buat beli bahan mading. boleh?”
            “enggak. Jujur ya, kakak kalo di kampus itu nggak PD. Bahkan kakak selalu menjauh kalo ada temen yang mau ngedeket.” Itulah alasan mengapa Dieno jomblo. Selalu menjauh bila ada yang mendekat.
            “seharusnya, kakak itu nggak boleh kayak gitu. Walaupun nggak PD, paling enggak kan kakak punya temen ato pacar yang bisa nemenin kakak setiap saat. Kak, PD itu penting lho.”
            “kamu. Ngomong aja mah gampang kali. Kakak tapi nggak bisa. Yaudah, dimakan dulu deh tuh makanannya.”
            Merekapun melahap makanan yang barusan di antar oleh pelayan. Setelah itu, Dieno mengajak Diana pulang.
            “Yaudah deh, pulang yuk. Kakak dah kenyang.”
            “oke. Yuk.”
            Setelah di pintu keluar, mereka bertemu Nino. Diana melihat seseorang yang bersama Nino. Seperti ia tak asing dengan mukanya. Itu adalah teman yang suka mengejeknya. Namanya Dana. Dana adalah orang yang tadi mengejek Daiana saat Diana menjatuhkan tumpukan buku. Sontak Diana kaget. Dieno menyapa Nino.
            “eh, kakak sama Diana! Kenalin kak, dek, ini adeknya temen aku yang tadi aku ceritain. Namanya Dana”
            Dengan muka malu dan memerah, Dana berjabat tangan dengan Diana dan Dieno.
            “eh, Dana. Kamu adeknya temennya kakakku toh. Aku malah baru tahu lho. Hi Dan” sapa Diana pada Dana.
            “ehmm, eh, iya” dengan sedikit gugup, Dana menjawab.
            “oh, kalian udah saling kenal to. Begus deh”
            “iya kak, Dana ini temen satu kelasku. Dia baik lho kak.”
            “yuk kita ngobrol di dalem aja.”
            “yuk.!”
            Setelah mereka masuk dan duduk, Diana memulai pembicaraan.
            “Dan, emang rumahmu dimana?”
            “di deket sini aja kok” jawab Dana singkat.
            Setelah sedikit lama berbincang, Deino mengajak Diana untuk pulang. “ya udah. Kita duluan ya No. Ayo Dek” ajak kak Dieno yang sedari tadi menunggu mereka selesai bicara.
            “oh, iya kak. Ayo”
            Pyur...... secara tidak sengaja, Diana menumpahkan segelas minuman Dana yang membasahi baju Dana.
            “aduh, sorry Dan!”
            “eh, nggak papa kok” dengan menahan sedikit amarah, Dana menjawab.
            Cepat-cepat Diana mengambil tisu dan membersihkan baju Dana. Setelah itu, Dieno dan Diana meninggalkan Dana dan Nino yang meneruskan obrolan.
###
            Setelah pagi menjelang, Diana menjadi canggung dan tidak PD untuk masuk sekolah karena kesalahannya kemarin. Ia berfikir, bagaimana jika Dana menceritakan kejadian kemarin? Bagaimana jika teman-teman sekelas Diana sedang membicarakannya? Bagaimana jika teman-temannya semakin tidak suka dengan Diana? Diana mulai berfikiran negatif yang membuat dirinya sendiri semakin canggung masuk kelas.
            Saat memasuki pintu gerbang, Diana tidak langsung menuju kelas. Diana menunggu bel masuk kelas dengan membaca buku di perpustakaan. Di perpustakaan, Diana menulis motivasi untuk dirinya sendiri di buku apresiasinya. Lebih tepatnya, buku Diary.

            Bel berbnyi dengan kerasnya hingga mengagetkan Dia. Diana segera memasuki ruang kelas. Tempat duduknya sudah ditempati. Ia lalu duduk di pojok belakang. Meja sebelahnya, Dana. Diana berjalan dan tidak memperhatikan Dana. Diana masih merasa bersalah sekali setelah kejadian kemarin.
            Hari ini terdapat pelajaran PPKn. Guru menyuruh membuat sebuah kelompok. Ketua kelas menuju depan kelas dan menulis semua kelompok yang sudah dibaginya. Diana sekelompok dengan Dana. Biasanya Dana selalu mengeluh dan menolak. Tetapi, anehnya hari ini malah Dana bersikap biasa saja.
            Anggota kelompok berjumlah empat orang. Yaitu Diva, Diana, Dana, dan Gina, teman Diana yang termasuk kategori siswa eksis berorganisasi. Dua orang dari setiap kelompok, disuruh ke perpustakaan untuk meminjam beberapa buku referensi. Diva dan Gina bersedia. Dikelas, Diana semakin canggung dan malu. Diana canggung karena tinggal mereka berdua. Diana memulai pembicaraan.
            “Eh, em, Dan, maaf soal kemarin ya.”
            “ya. Gak papa kok. Yaudah, lupain aja. Sejak kejadian kemarin, aku sadar bahwa seburuk-buruk manusia, ia tetap yang terbaik. Kamu adalah orang yang baik banget. Diana, apapun kesalahan kamu, sekarang nggak usah khawatir. Aku akan selalu ngebela kamu. Kalo nggak ada kamu dan kakak kamu, aku sama kakakku nggak akan bisa makan dan uang buat bayar kos-kosan kakakku. Yang penting, kita nggak akan melakukan kesalahan itu dan memperbaikinya aja. Nggak usah difikirin. Kesalahan nggak selalu berujung kebencian. Justru kita harus menjadikan kesalahan sebagai pengalaman yang bisa memberi pengetahuan dan perbaikan. Ya udah, sekarang kita ngerjain soal ini sebisa kita aja.”
            “aku nggak nyangka lho. Kamu bijak banget. Makasih Dana, udah ngasih aku motivasi” dengan muka berbinar-binar, Dana menerima pujian Diana.
            “yeee.... baru nyadar sekarang? oke, sekarang berarti kita teman ya.” Sambil mengunjukkan kelingkingnya, Dana mengatakan ajakannya.
            “oke.” Dianapun membalas ajakan Dana. Diana mengunjukkan kelingkingnya.
###
Siang yang cerah dengan sedikit awan mendung yang menyelimuti, seperti menggambarkan raut wajah Diana yang senang karena bahagia dan sedikit sedih karena sudah rindu kepada orang tuanya. Ia ingin cepat-cepat pulang untuk belajar dan melewati hari ini agar cepat menuju hari esok.
Diana kaget ketika ia mendapati orangtuanya yang sedang menunggunya dari tadi. Dengan perasaan sedikit beramarah karena tidak diberi kabar bercampur dengan rasa ceria, Diana memeluk kedua orang tuanya.
            “mamah! Kok ada disini? Kapan mamah nyampe Jogja?”
            “itu tadi, yaudah kita pulang yuk! Tu dah ditunggu papah di mobil. Tapi, sebelum itu, kita jemput kak Dieno dulu ya! Soalnya, kak Dieno, tadi berangkat Cuma pake angkot. Yuk!” dengan senyum yang manis, Ibu Diana mengajak Putri kesayangannya itu pulang.
            Setelah sampai kampus, Ibu Diana menyuruh Diana untuk memanggil kakaknya. Dianapun mencari-cari ruang kelas kakaknya itu. Diana melihat sosok kakaknya di kantin sekolah. Diana langsung menghampiri pemuda yang sendrian itu.
            “kak!”
            Dieno menengok. “oh, Diana. Kok Disini?”
            “mamah nyuruh aku manggil kakak. Yuk pulang!” ajak Diana.
            “Dieno. Tunggu!” seorang Gadis berwajah imut mendatangi Dieno.
            “eh Aya. Ada apa?” jawab Dieno singkat.
            “aku boleh main kerumahmu nggak besok? Sama temen-temen juga. Boleh?”
            “iya aja kak! Bagian dari PD lho.” Ejek Diana
            “oke. Nggak papa kok!” jawab Dieno.
            Gadis yang bernama Aya itupun pergi meninggalkan kaka beradik itu. “ye. Ngejek banget sih kata-kata lu.” Omel Dieno pada Diana.
            “jadi, sekarang kakak udah nggak menjauh? Cie, yang sekarang udah punya banyak temen. Aku juga udah baikan lho kak sama temen aku. Namanya Dana. Yang kemaren ketemu.”
            “emang di sekolah kalian nggak akur ya?”
            “sebenernya, iya. Soalnya pasti kalo dideket dia, aku ngelakuin kesalahan. Sekarang Dia dah baikan sama aku. Ternyata, Dia orangnya baiiik banget”
            “lebai kamu. Yaudah ah, yuk! Dah ditunggu mamah sama papah kan?”
            “kok kakak tahu? Curang nih. Jadi cuman aku yang nggak tahu mereka dah sampe Jogja tadi pagi?”
            “hehe, iya. Lagian kan juga kamu nggak bawa HP pas sekolah. Jadi kamu nggak tahu deh”
            “iya deh. Aku kalah. Lebih tepatnya sih, ngalah. Hehe”
            “yeee.”
            Sesampainya dirumah, Diana mendapatkan telefon dan Dia mendapat kabar gembira. Diana mendapatkan hadiah dari lombanya karena dia menang juara dua. Ditambah lagi, cerpen karyanya termuat dalam majalah yang mengadakan lomba. Semua keluarga Diana menyalami Diana. Mereka bangga mempunyai anggota keluarga yang bisa mengharumkan nama keluarga.
            Keesokan harinya, semua teman-teman Diana termasuk Dana menyalami dan menyelamati Diana karena telah menang lomba. Semua guru yang mengajar kelasnya juga tak lupa menyelamati Diana karena telah mengharumkan nama sekolahnya. Diana sekarang tidak lagi canggung untuk menghadapi kenyataan hidupnya. Kebahagiaan Diana menjadi sempurna jika ditambah dengan kehadiran orang tuanya dan kebersamaannya dengan teman-temannya. Diana sadar bahwa kesalahan bukanlah penghambat untuk masa depan. Kita hanyalah cukup memperbaiki dan tak melakukannya lagi. Dan, dibalik cobaan, selalu ada skenario Indah dari Tuhan. Juga nasib, yang sebenarnya menentukan Tuhan tetapi kita harus menyikapinya dengan baik dan selalu menyukurinya.

PERJUANGAN BANTARAKU (Ika Anggraeni)



SEKOLAH KU KENANGAN PERJUANGAN BANTARAKU

Bantara perjuangan yang tak pernah aku lupakan. Dan menjadi pembelajaran tersendiri bagi ku.








By:ika anggraini
      Aku rara aku duduk di bangku sma.aku terlahir dari keluarga kurang mampu.ayahku seorang buruh serabutan,ibu ku ibu rumah tangga yang sakit sakitan.setiap hari aku kesekolah menggunakan angkutan umum,tak jarang aku merasa iri dengan teman-teman ku yang kesekolah diantar orang tuanya.bahkan sudah di izinkan menggunakan kendaraan sendiri.namun aku sadar aku tidak boleh mempunyai pikiran seperti itu. Aku harus selalu bersyukur atas apa yang sudah diberikan tuhan kepada ku.tuhan sudah banyak menolang ku salah satunya aku bias mengenyam bangku sekolah seperti saat ini.aku mendapat beasiswa hingga aku lulus sma.
     Hari jumat adalah hari yang aku tunggu- tunggu karena hari itu adalah hari dimana sekolahku mengadakan kegiatan exstra  pramuka .namun sangat berbeda dengan teman-teman ku yang lain mereka sanggat membenci hari jumat karena menurut mereka hari jumat  adalah hari dimana mereka akan menerima bentak-bentaan dari kakak DA,dan hari jumat hari yang melelahkan bagi mereka.
 Jam menunjukkan pukul 14.00
 Siapppp…..
Suara kakak ambalan terdengar sanggat keras dan itu artinya aku beserta teman-teman ku harus segera lari kelapangan sebelum kata grak di ucapan.jika terlambat sedikit saja maka akan di kenakan sanksi.karena itu merupakan pembelajaran kedisiplian untuk kita.selain kedisiplinan dalam pramuka juga di ajarkan keberanian,cinta alam,dan juga kebersihan serta kerapian.sebelum pramuka dimulai biasanya kakak ambalan selalu mengintruksikan kita untuk cek kerapian,dan apabila ada yang tidak rapi atau tidak lengkap atribut maka akan di bariskan tersendiri di belakang dan akan mendapatkan sanksi.untungnya aku tidak pernah melakukan kesalahan.jadi tidak pernah mendapat sanksi.setelah cek kerapian kakak ambalan memberikan informasi kepada kita bahwa mulai minggu depan akan diadakan ujian sku dan semua anggota harus mampu menyelesaikan ujian itu selama enam bulan dan apabila lebih dari enam bulan maka dinyatakan tidak lolos.
 “Intruksi kak…”
“Iya kamu sebutkan nama dan regu ..”
“Terimakasih kak,nama saya rara dari regu kamboja  disini saya mau bertanya “apakah ujian sku ini boleh dilaksanakan ketika jam istirahat  jadi tidak pada waktu pramuka.
“baik rara bagus sekali pertanyaanya ,boleh rara jadi tidak harus pada saat pramuka pada jam-jam kosong pun boleh asalkan kakak ambalan pas tidak ada kegiatan..ada lagi..kalau sudah tidak ada maka pramuka kali ini kita cukupkan sanpai disini
Ye…yee… teriak teman-teman
Jam menunjukkan pukul 16.30 aku segera mengambil tas,namun bukan untuk pulang biasanya aku setelah selesai pramuka menyempatkan waktu untuk ke mushola dulu untuk melaksanakan sholat asar karena jika tidak maka aku akan tertinggal waktu asar.setelah selesai sholat asar aku bergegas kejalan untuk menunggu angkot. Namun sudah pukul lima angkot belum juga datang.langit mulai mendung petir mulai terdengar dan tiupan angin yang lumayan kuat. Aku mulai gelisah,setelah hampir setengah enam aku memutuskan untuk jalan kaki walaupun jarak sekolah kerumah ku cukup jauh yaitu 12 km.namun mau bagaimana lagi jika aku tidak nekat maka aku tidak akan pulang-pulang.ditengah perjalanan hujan turun sangat deras aku mulai menggigil namun aku tetap melanjutkan perjalanan.
“dek kok jalan”
Aku kaget,dan ternyata itu mas teguh kakak tingkat ku yang baru pulang dari ngajar pramuka di sd
“iya mas tadi aku nunggu angkot tapi tidak ada angkot lewat dan akhirnya aku jalan kaki”
“ya ampun kalau gitu ayo mas teguh anterin”
“gak usah mas nanti ngerepotin apalagi rumah mas sama aku kan jauh lebih baik aku jalan kaki saja
“gak papa dek ayo
Akhirnya aku pun mau di antar  mas teguh.
“sudah mas sampai sini saja”
“Gak papa sampai sini”
“gak papa mast oh rumah ku udah dekat.oh yam as makasih ya udah mau nganterin aku”
Iya dek sama-sama
Aku pun melanjutkan perjalananku dan sampai dirumah pukul 18.15
      “Tok..tok..tok..assalamualaikum mak… emak.. aku pulang mak..”
“ya ampun ra kok sampai malam kemana?..tanya emak
    “aku tadi ada kegiatan pramuka sampai sore mak”
    “Ya udah sekarang kamu keringin badan mu emak bikini the anget dulu..”
“Iya mak” jawab rara
Setelah selesai mengeringkan badan aku kedepan dan meminum teh buatan emak,sambil berbincang-bincang dengan emak
“nak tadi kamu kok sampai malam”Tanya emak
“iya mak tadi setelah pramuka aku nunggu angkot tapi tidak ada angkot lewat ya udah aku jalan kaki mak” jawab rara
“kenapa kamu gak bilang mas pramono kan bisa jemput kamu”
“Maaf mak tadi hp rara mati ”
“Yaudah sekarang kamu istirahat besok kan kamu sekolah”
“iya mak,emak juga istirahat.oiya mak bapak kemana?
“Bapak mu ketempat bude mu”
Aku pun segera masuk ke kamar dan menata jadwal pelajaran untuk besok
“astaga….
Aku baru ingat kalau besok ada ujian matematika akupun belajar walau hanya sedikit.
Tak terasa waktu mulai larut akupun beristirahat.
Kukuruyukkk….kukuruyuk…..
Hari sudah pagi aku bergegas mandi dan sholat setelah itu aku nyuci piring,nyuci baju,nyapu dan segera bersiap untuk sekolah.
 Teng..teng..teng…
Jam masuk sekolah berbunyi aku segera masuk dan bersiap untuk mengerjakan ujian matematika.
“alhamdulilah yang aku pelajari semalam keluar gumam ku dalam hati”
Teng..teng… jam istirahat berbunyi
Aku mencoba mengajak temanku untuk ujian sku,namun tidak ada satupun yang mau katanya besok saja.yaudah akhirnya aku ujian sku sendiri walaupun aku agak takut dan malu tetapi.aku selalu menyemangati diriku sendiri karena pramuka itu tidak kenal rasa takut pramuka adalah orang yang berani.
“permisi kak
“iya dek ada apa” Tanya salah satu kakak
“saya mau mencari kak bangkit. Saya mau ujian sku”
“oh.. kak bangkitnya baru keluar bentar lagi jiga datang”
Tak lama kemudian kak bangkit pun datang
“ket ket di cari tuh “
 “siapa?
“itu katanya mau ujian sku sama kamu”
“iya kak aku mau ujian sku”
“yaudah ayo ikut kakak “..silahkan laporan nama dan regu
“lapor nama saya rara dari regu kamboja siap mengikuti ujian dasadarma dari kakak
“laporan saya terima sekarang sebutka isi dari dasadarma”
Teng…teng… jam masuk pun berbunyi
Untungnya aku sudah selesai ujian
“baik sekarang kamu laporan dan segera ke kelas
“baik kak.lapor saya telah selesai melaksanakan ujian sku laporan selesai
“laporan saya terima silahkan kembali kekelas dan ini sku kamu sudah kakak tandatangani
“makasih kak…”
Aku pun segera kembali kekelas dan mengikuti pelajaran selanjutnya.
Jam pulang pun tiba aku dan teman-teman bergegas pulang seperti biasa aku harus menunggu angkot terlebih dahulu dan tak lama kemudian angkotpun lewat dan aku segera pulang.sesampainya dirumah aku terkejut karena di rumah sudah ada motor walaupun itu hanya montor buntut yang asapnya banyak dan suaranya membuat bising.
“emak…emak…”
“apa ra “
“Mak ini motor siapa mak”
“itu punya pakde mu ibu belikan itu untuk mu sekolah ra.ya…walaupun itu Cuma kridit
“ya ampun mak emak gak usah repot-repot mak lagian rara belum begitu perlu mak rarakan bisa jalan mak.rara masih kuat.”
Akupun menangis dan memeluk emak
“makasih ya mak “
Akupun segera ganti baju, sholat dan segera mengambil bahan-bahan untuk aku buat bros. biasanya aku membuat bros dari kain flannel dan nantinya aku jual di sekolah.
     Tak terasa hari berlalu begitu cepat dan sekarang sudah waktunya menyelesaikan ujian sku aku masih kurang dua lagi yang belum aku selesaikan. Untung saja hari ini guru-guru pada rapat dan jam kosong aku manfaatkan untuk menyelesaikan sku .dan akhirnya aku pun sudah selesai ujian sku tinggal menunggu pelantikan.
Hari jumat pun tiba dan saatnya kegiatan pramuka yang trakhir
“sore adek-adek ‘
“sore jawab anggota pramuka dengan suara lemas
“Kak david pun mengulangi sapaanya dengan suara yang lebih keras
“siapa disini yang ujian skunya sudah selesai tunjuk jari dan menempatkan diri di samping kanan”kata kak david
Dan ternyata yang sudah selesai Cuma 11 orang termasuk aku
“hari ini hari terakhir kalian ujian sku jadi bagi yang belum selesai harap menghubungi kakak “pahamm….
“siap paham…”
Akhirnya semua anggota pramuka pun selesai ujian sku dan ini saat yang di tunggu tunggu yaitu bantara sekaligus pelantikan. Kami semua akan mengikuti bantara di res area hutan bunder. Disana kami di uji fisik maupun mental kami.yang sebelumya ujian materi yaitu sku yang sudah bisa kami selesaikan.kamipun segera di tes fisik kami di suruh lari lapanganlima kali.naik turun bukit,dan juga susur sungai.setelah tes fisik kami semua diberi waktu untuk mandi dan memasak untuk makam malam.setelah kami selesai makan kami sholat berjamaah dan di intruksikan untuk beristirahat.
Prit…prit…prit..pritttt
Aku dan teman-teman terbangun di tengah lapang sudah ada kakak da yang berteriak teriak dan menyuruh kita untuk segera lari kelapangan.kami pun segera lari kelapangan tepat pukul 00.00 wib kami di intruksikan lagi untuk berjalan dengan mata tertutup. Suasana hening mulai terasa bau menyan mulai tercium setelah sampai di tempatnya. Penutup mata kami dibuka. Dan ternyatakami sudah berada di kuburan.banyak teman-teman ku yang menjerit.ini adalah salah satu ujian mental. Di kuburan ini kami di suruh mengambil nama kami namun ternyata nama itu hanya jebakan tak ada satu kertas nama pun yang cocok dengan nama kita.
“Ah…ah…tolong….tolong…”
Tiba-tiba terdengar suara orang minta tolong dan ternyata itu tia teman aku dia terjatuh dari dari atas batu dan kami pun segera membawanya kerumah sakit.karena ada insiden itu bantara pun di pending dan langsung diadakan pelantikan.dan akhirnya kamipun resmi menjadi bantara…sorak sorai teman-teman pun terpancar senyum kebahagiananpun muncul.namun di sisi lain kami juga sedih karena teman kami harus menelan pahit ia harus di operasi karena mengalami patah tulang dan semoga bantara selanjutnya tidak akan terulang lagi kejadiaan seperti ini.dan semoga kita selalu mencintai pramuka walaupumn penuh tantangan,perjuangan ,dan pastinya melelahkan,tetapi walaupun melelahkan kalau kita lakukan dengan iklas bakti lelah tidak akan terasa lelah.







    

Goes Jogja-Jateng/ Peringatan Baden Powell Day 2016

Baden Powell Day Goes Jogaja-Jateng

22 Febuari 2016 Pramuka Universitas PGRI Yogyakarta memperingati Hari Baden Powell.   Peringatan Baden Powell Day diperingtati dengan melaksanakan kegiatan bersepeda antar provinsi  Jogaja-Jateng. Kegiatan Bersepeda tersebut dilepaskan oleh Bapak Sigit Handoko SH,MH tepat  pukul 08.26 WIB di depan gedung rektorat UPY. Kegiatan bersepeda ini di laksanakan oleh 3 mahasiwa anggota racana arjuna srikandi yakni Suprapto, Setiawan Bayu Aji dan didampingi Kak Subarkah selaku Ketua Dewan Racana periode 2013-2014/2014-2015. Mengenakan pakaian pramuka lengkap dengan  tanda topi berwana coklat  yang menandakan pramuka golongan pandega, mereka bertiga menggayuh sepedanya melintasi jalan wates sampai perbatasan dilanajutkan ke Purwodadi Kabupaten Purworejo kemudian kembali ke UPY melewati jalan Deandeles dan jalan Bantul. Perajalanan yang menempuh  kurang lebih 118 KM memiliki tujuan mengenang Bapak Pandu Dunia, berolah raga, mengurangi polusi udara, menikmati pemandangan sepanjang perajalanan. Selain itu tujuan lain adalah berusaha mendapatkan  Tanda Kecakapan Khusus (TKK) bersepeda. Tanda Kecakapan Khusus adalah suatu tanda yang menunjukkan kecakapan, kepandaian, ketangkasasn, keterampilan, kemampuan sikap dan usaha seorang Pramuka di bidang tertentu, sesuai dengan usia dan kemampuan jasmani dan rokhaninya. Kegiatan ini dilandasi  dengan semangat dan motivasi  Baden Powell seorang tokoh teladan yang berajasa merintis gerakan kepemudaan yang disebut kepanduan. Sejarah sudah menuliskan seorang tokoh yang memprakarsai berdiri dan berkembangnya kepanduan dunia yang sudah layaknya diperingati. Baden Powell lahir 22 Febuari 1875 di London, beliaulah yang mengeluarkan gagaasnya mengenai pembinaan para remaja di Inggris. Pembinaan remaja inilah  tumbuh berkembang menjadi gerakan pendidikan kepanduan. Baden Powell selalu mengajarkan generasi muda untuk selalu keratif, inovatif dan penuh tantangan. Ketiga anggota pramuka UPY memiliki keinginan yang kuat untuk menaklukan Jogaja-Jateng, meskipun hanya Bantul sampai dengan Purworejo. Seorang pramuka memang harus menjadi  teladan yang memiliki prinsip hidup yang kuat sebagaimana dari arti dari kiasan lambang Gerakan Pramuka.